Artikel

Benteng Nieuw Victoria: Cikal Bakal Kota Ambon Hingga Pusat Pemerintahan VOC

admin | 27 November 2020

Selain menjadi komoditas, rempah juga menjadi sebab hadirnya akulturasi budaya yang salah satu bentuknya dapat kita lihat dalam benteng-benteng jejak peninggalan bangsa asing. Berdirinya Benteng Nieuw Victoria di Kota Ambon, Provinsi Maluku tak lepas dari peran rempah yang menjadi daya tarik utama datangnya pedagang lokal hingga bangsa asing

Benteng Nieuw Victoria atau disebut juga Benteng Victoria berada di Desa Uritetu, Kecamatan Sirimau, Ambon, Provinsi Maluku. Bagian utara benteng ini berbatasan dengan jalan dan laut, bagian timur berbatasan dengan perumahan penduduk, sebelah selatan berbatasan dengan jalan raya, sedangkan sebelah barat berbatasan dengan jalan dan SPBU. Benteng New Victoria sekarang dikelola oleh Kodam XVI Pattimura dan berfungsi sebagai markas Asrama TNI dan Markas Batalion Kavaleri Kodam XVI Pattimura.

Benteng Nieuw Victoria, dibangun oleh Portugis pada tahun 1575 dan pada awalnya diberi nama Nossa Senhora da Anunciada. Nama ini berkaitan dengan waktu peletakan batu pertama yang bertepatan dengan Hari Kenaikan Isa Almasih (‘Anunciada’). Pada tahun 1605, benteng ini direbut oleh Belanda di bawah pimpinan Laksamana Steven van der Hagen dan diganti namanya menjadi Victoria. Akibat renovasi yang berulang dan berat karena bencana gempa bumi, benteng ini kemudian diberi nama baru ‘Nieuw Victoria’. 

Benteng Nieuw Victoria yang pada awalnya dibuat oleh Portugis tersebut dibangun dengan menggunakan perpaduan batu bata, kapur, dan batu alam. Ada dua pintu sebagai akses keluar dan masuk ke benteng, satu pintu menghadap ke laut dan satu pintu lainnya menghadap ke darat. Pada peta lama, pintu yang menghadap ke laut tersebut tegak lurus dengan dermaga. Keberadaan dermaga sangat penting kala itu karena berfungsi sebagai tempat bongkar dan muat rempah-rempah yang akan diekspor hingga ke pasar Eropa.

 

benteng nieuw victoria, jalur rempah

Benteng Nieuw Victoria

Benteng ini merupakan cikal bakal dari Kota Ambon, dan sempat menjadi pusat pemerintahan VOC sebelum dipindah ke Batavia oleh Jan Pieterzon Coen. Benteng ini beberapa kali mengalami kerusakan yang cukup hebat akibat gempa bumi yang melanda kawasan Ambon dan sekitarnya, yaitu pada tahun 1643-1644 dan tahun 1673-1674.

VOC membangun beberapa bangunan di dalam benteng yang dimanfaatkan untuk kepentingan militer dan sebagai tempat bermukim. Bangunan-bangunan tersebut di antaranya adalah barak, gudang senjata, gudang peluru, dan lainnya. Di antara bangunan-bangunan tersebut, ada yang masih berdiri meski banyak yang telah roboh. Bangunan yang masih ada hingga kini, misalnya adalah pos prajurit penjaga dan gudang senjata. Selain bangunan, dinding benteng juga masih berdiri kokoh, termasuk salah satu pintu gerbangnya.

Pada tahun 1689, dilakukan sejumlah perbaikan dan perluasan pada benteng. Selain memperbaiki benteng, sebuah rumah tinggal untuk gubernur dibangun di luar benteng yang terletak di seberang gereja. Pada tahun 1754, terjadi gempa hebat yang kembali merusak benteng dan bangunan lainnya di kota dan sekitarnya. Pada masa pemerintahan Gubernur van Pleurren sekitar tahun 1775-1785, dilakukan perbaikan cukup besar pada bangunan pertahanan benteng yang membuat penampilan keseluruhan benteng berubah. Atas perubahan tersebut, benteng ini kemudian diberi nama “Nieuw Victoria”. 

Pada tanggal 17 Februari 1795, Walikota Alexander Cornabe menyerahkan benteng ini tanpa perlawanan kepada Laksamana Inggris Rainier. Pada tahun 1802, Belanda mendapatkan kembali daerah jajahannya dari Inggris dan pada tanggal 25 Maret 1817, benteng ini diserahkan secara resmi kepada Belanda oleh Inggris.

 

Sumber: 


Sistem Registrasi Nasional Cagar Budaya. Cagarbudaya.kemdikbud.go.id. Diakses pada 25 Oktober 2020 dari https://cagarbudaya.kemdikbud.go.id/public/objek/detailcb/PO2015110100651/benteng-nieuw-victoria.

Pusat Data dan Statistik Pendidikan dan Kebudayaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. (2019). Profil Budaya dan Bahasa Kota Ambon Provinsi Maluku.

Sumber Gambar:

Benteng Nieuw Victoria: http://hdl.handle.net/1887.1/item:887211


Naskah: Syahidah Sumayyah

Editor: Doni Ahmadi

Bagikan:

Konten Populer

Jalur Rempah: Memuliakan Masa Lalu untuk Kesejahteraan Masa Depan

19 Maret 2021

Rempah, Cengkeh, dan Terbentuknya Kota Pelabuhan di Asia

7 Februari 2021

Pengaruh Bangsa Asing dalam Ragam Motif Wastra Etnis Betawi

5 Januari 2023

Konten Terbaru

Akulturasi Keroncong di Kampung Musik Desa Selat Nasik

26 Januari 2023

“Jampi” Jawa, Warisan Leluhur Keraton Solo

19 Januari 2023

Kabar Rempah dari Pantai Barat Sumatra: Tautan Masyarakat Pesisir, Pedalaman, dan Bangsa Asing

12 Januari 2023

Konten Terkait

...

Kabar Rempah dari Pantai Barat Sumatra: Tautan Masyarakat Pesisir, Pedalaman, dan Bangsa Asing

merry kurnia

12 Januari 2023

...

Akulturasi Keroncong di Kampung Musik Desa Selat Nasik

Royas Aulia Subagja

26 Januari 2023

...

“Jampi” Jawa, Warisan Leluhur Keraton Solo

Achmad Khalik Ali

19 Januari 2023