Artikel

Dorong Semangat Gotong Royong, Kemendikbudristek Gandeng Lintas Sektor Sukseskan Muhibah Budaya Jalur Rempah

admin | 11 Juni 2022

Jakarta, 11 Juni 2022 – Tahun 2024 Indonesia menargetkan untuk mengusulkan Jalur Rempah sebagai Warisan Budaya Dunia yang diakui UNESCO. Muhibah Jalur Rempah yang diselenggarakan Kementerian Pendidikan,  Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) tahun 2022 ini menjadi salah satu upaya menggaungkan keagungan peradaban nusantara. Dalam pelaksanaannya Kemendikbudristek berkolaborasi dengan berbagai pihak  seperti Tentara Nasional Indonesia (TNI) Angkatan Laut (AL), pemerintah daerah (pemda), komunitas budaya, serta  masyarakat. 

“Jauh sebelum era pemerintahan kolonial, rempah-rempah telah memengaruhi peradaban dunia. Bentuk pengaruhnya dalam pengetahuan tradisional, pengobatan, kuliner, fesyen, kesenian dan lain sebagainya sehingga memengaruhi  kebudayaan dan peradaban dunia” ujar Direktur Pengembangan dan Pemanfataan Kebudayaan, Restu Gunawan dalam webinar Silaturahmi Merdeka Belajar (SMB): Muhibah Jalur Rempah, Napak Tilas Perdagangan Rempah  Nusantara, Kamis (9/6). 

Lebih lanjut disampaikan Restu, Muhibah Budaya Jalur Rempah merupakan kegiatan upaya menyambungkan kebudayaan dari satu titik ke titik lainnya dengan semangat gotong royong. “Jadi tidak hanya sekadar berlayar saja,  ketersambungan dari satu titik ke titik lainnya menjadi penting karena akan menjadi kata kunci sehingga kita perlu mengangkat highlight di setiap titik dan mencari keunggulannya,” ujar Restu. Dalam pelaksanaannya, ini adalah kerja  bersama antara Kemendikbudristek, TNI Angkatan Laut, pemda, dan komunitas dalam membangun ekosistem kebudayaan yang berkesinambungan (sustainability) 

Menyambut baik program ini, Wali kota Ternate Provinsi Maluku Utara, M. Tauhid Soleman mendukung Kemendikbudristek dalam menyukseskan Muhibah Budaya Jalur Rempah. “Ini menjadi kebanggaan bagi kami sebagai  pemerintah daerah karena Kota Ternate menjadi satu titik singgah dari perjalanan tersebut,” tutur Tauhid. 

“Kami juga akan menunjukkan beberapa tempat seperti benteng, Keraton Kesultanan Ternate, dan kebun cengkeh tertua yang biasa disebut cengkeh Afo oleh masyarakat Ternate,” imbuh Tauhid.  

Untuk mewujudkan keberhasilan Muhibah Budaya Jalur Rempah di Kota Ternate, Tauhid menyampaikan bahwa jajarannya telah bekerja sama dengan dinas terkait seperti Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Dinas Pariwisata Kota  Ternate, serta Komandan Pangkalan TNI Angkatan Laut Ternate.  

“Kami harap kegiatan ini dapat berjalan dengan sempurna karena masyarakat Kota Ternate juga sangat antusias atas kedatangan rombongan Muhibah Budaya Jalur Rempah ini,” tutur Tauhid. 

Dukungan lain juga turut digaungkan dari TNI Angkatan Laut seperti dengan menyiapkan Kapal Republik Indonesia (KRI) Dewaruci sebagai kendaraan utama dalam berlayar. Selain itu, TNI AL juga telah membentuk satgas dan  menambah beberapa personil keamanan yang diambil dari luar Anak Buah Kapal (ABK) Dewaruci.  

Guna menyukseskan penyambutan serta pelepasan peserta kegiatan ketika berada di darat maupun saat berlayar, pimpinan Angkatan Laut juga telah mengintruksikan agar seluruh pangkalan di kota-kota yang akan disinggahi oleh  KRI Dewaruci untuk berkoordinasi dengan Pemda setempat dan aparatur wilayah. Lebih dari itu, panglima armada juga diperintahkan untuk mengerahkan kapal-kapal serta unsur lainnya yang ada di wilayah tersebut agar  melaksanakan pengamanan sepanjang rute yang dilalui KRI Dewaruci.

“Upaya tersebut adalah bentuk dukungan kami dalam Muhibah Budaya Jalur Rempah, karena kegiatan ini betul-betul bernuansa maritim dan TNI Angkatan Laut mempunyai tugas pokok di sana,” tutur Kolonel laut (P) NRP 12615/P  PABAN II OPS SOPSAL, Amrin Rosihan H dalam webinar. 

Selama berlayar, TNI Angkatan Laut turut berbagi pengalaman kepada peserta tentang keterlibatan dalam kehidupan di kapal layar, pengenalan peralatan selam, kesehatan, dan lainnya yang menjadi bagian dari KRI Dewaruci, serta  cara penyelamatan diri dari bahaya kebakaran dan kebocoran. “Jadi mereka diharapkan memiliki paket yang meskipun singkat waktunya tapi minimal mempunyai gambaran seperti apa kehidupan di kapal Angkatan Laut,” ujar Amrin. 

Dalam pengawalan perjalanan Muhibah Budaya Jalur Rempah, TNI Angkatan Laut melibatkan sebanyak 80 orang yang terdiri dari satgas, tim kesehatan, penangangan, dan penerangan. Selain itu, turut bergabung dari staf operasi TNI Angkatan Laut (Sopsal) dan staf logistik untuk menyiapkan segala bentuk keperluan termasuk peralatan keamanan personil dan lainnya. 

“Semoga kegiatan ini bisa memperkuat visi Indonesia sebagai poros maritim dunia dan menjadi agenda tahunan yang bisa diselenggarakan dengan rute lainnya,” harap Amrin.

 

Laman: jalurrempah.kemdikbud.go.id
Twitter: twitter.com/jalurrempahri
Instagram: instagram.com/jalurrempahri
Facebook: facebook.com/jalurrempah
Youtube: JALUR REMPAH RI

Bagikan:

Konten Populer

Jalur Rempah dan Kuliner ala Makassar Kaya akan Rempah

22 Maret 2022

Pulau Seram Ambon, Tanah Subur Penghasil Rempah-Rempah

20 Oktober 2020

Antara Kerajaan Gowa, VOC, dan Benteng Rotterdam Makassar

18 November 2020

Konten Terbaru

Akulturasi Keroncong di Kampung Musik Desa Selat Nasik

26 Januari 2023

“Jampi” Jawa, Warisan Leluhur Keraton Solo

19 Januari 2023

Kabar Rempah dari Pantai Barat Sumatra: Tautan Masyarakat Pesisir, Pedalaman, dan Bangsa Asing

12 Januari 2023

Konten Terkait

...

Kabar Rempah dari Pantai Barat Sumatra: Tautan Masyarakat Pesisir, Pedalaman, dan Bangsa Asing

merry kurnia

12 Januari 2023

...

“Jampi” Jawa, Warisan Leluhur Keraton Solo

Achmad Khalik Ali

19 Januari 2023

...

Akulturasi Keroncong di Kampung Musik Desa Selat Nasik

Royas Aulia Subagja

26 Januari 2023