Menelusuri Kawasan Kota Lama Semarang dan Perannya dalam Jalur Rempah

admin

20 Oktober 2021

Gedung Marba yang terletak di salah satu sudut Kota Lama Seamarang

Sejarah Kota Lama dimulai ketika ada perjanjian yang ditandatangani antara Kerajaan Mataram dan VOC

Taman Srigunting yang terletak di seberang Gedung Marba, Kota Lama Semarang

Lanskap Kota Semarang dari ketinggian

Tampak depan Gedung Oudetrap, yang saat ini difungsikan sebagai ruang pertunjukan seni.

Tempat pertunjukan seni di Oudetrap

Kota Lama Semarang sering dijadikan tujuan wisata wisatawan lokal dan mancanegara

Kawasan Kota Lama Semarang bisa menjadi destinasi pilihan untuk dikunjungi di Kota Atlas. Selain letaknya yang dekat dengan pusat kota, kawasan Kota Lama juga dipenuhi dengan bangunan-bangunan kuno dengan arsitektur Belanda, baik yang masih digunakan maupun tidak. Pada masa lampau, Kawasan Kota Lama Semarang merupakan situs benteng VOC. Hal ini terlihat pada 5 sudut di peta yang merupakan pola benteng VOC. Pola tersebut tidak banyak berubah hingga hari ini. Perubahan terjadi pada bangunan-bangunan yang ada seiring berkembangnya zaman.

Di Kota Lama Semarang, terdapat beberapa bangunan dan lokasi ikonik, seperti Gereja Blenduk, Taman Sri Gunting, dan Gedung Oudetrap, serta beberapa gedung lain. Gedung-gedung tersebut tidak hanya menarik untuk dilihat, tetapi juga menyimpan sejarah perkembangan kota ini. 

Salah satu bangunan yang memiliki peran penting dalam Jalur Rempah adalah Gedung Oudetrap yang dibangun pada tahun 1834. Di masa itu, gedung tersebut digunakan sebagai gudang gambir oleh VOC. Saat ini, bersamaan dengan restorasi kawasan Kota Lama Semarang, Gedung Oudetrap digunakan sebagai gedung teater dan berbagai pertunjukan di Kota Lama Semarang.

Beberapa gedung-gedung tua yang sudah tidak digunakan, direstorasi sebagai kafe maupun gedung serbaguna lain. Beberapa kali kawasan Kota Lama juga digunakan sebagai kawasan untuk pengadaan acara, seperti festival dan berbagai pertunjukan yang menarik.

 

Sumber foto:
1. Djunaidibd/Wikimedia Commons
2. Siska Maria Eviline/Wikimedia Commons
3-7. Dokumentasi Redaksi Jalur Rempah

Bagikan:

Konten Jalur Rempah

Artikel

Foto

Video

Publikasi

Audio

Audio