Wayang: Peninggalan Abadi Nusantara

admin

20 Oktober 2021

Dalang adalah seseorang yang mempunyai keahlian khusus memainkan boneka wayang

Pertunjukan Wayang Kulit dengan dalang ternama Ki Manteb Sudharsono

Wayang Golek Santri dikembangkan oleh salah satu dalang bernama Ki Entus Susmono

Menghidupkan sesuatu yang mati menjadi budaya bermakna, itulah tugas dalang

Wayang Beber Gedompol. Putri Sekar Taji (kiri) dan Ganda Ripa atau Panji (kanan) di Keraton Kediri

Pagelaran wayang beber Desa Gelaran

Tari Topeng malang adalah seni khas Kota Malang

Potret sekelompok pemain wayang topeng

Pementasan Wayang Wong

Pertunjukan Wayang Orang di Teater Bharata

Wayang adalah bentuk drama teater boneka tradisional yang berasal dari pulau Jawa, Indonesia. Biasanya istilah ‘wayang’ mengacu pada keseluruhan pertunjukan dramatis, di saat lain istilah ‘wayang’ juga merujuk kepada boneka-boneka yang biasanya terbuat dari kulit atau dari kayu.

Istilah wayang berasal dari Bahasa Jawa yang bermakna "bayangan", hal ini disebabkan karena penonton juga bisa menonton wayang dari belakang kelir; melihat bayangannya saja.

Pertunjukan teater wayang diiringi oleh orkes gamelan di Jawa, dan wayang gender di Bali. Kisah-kisah wayang biasanya menceritakan kisah mitologi, seperti kisah dari epos Hindu Ramayana dan Mahabharata, serta legenda budaya setempat.

Secara tradisional, wayang dimainkan dalam pertunjukan ritual dari tengah malam hingga fajar oleh seorang dalang, yang mana dalang tersebut adalah seorang seniman dan pemimpin spiritual.

Ada berbagai macam jenis wayang yang dibuat dari bahan-bahan yang berbeda, seperti wayang kulit yang dibuat dengan kulit sapi, wayang golek dari kayu, wayang beber yang menggunakan gulungan bergambar. Selain itu ada juga jenis wayang yang diperagakan langsung oleh pemeran manusia, seperti wayang wong dan wayang topeng.

Wayang merupakan salah satu puncak kebudayaan Indonesia yang paling menonjol di antara banyak kebudayaan lainnya. Tradisi wayang meliputi seni peran, nyanyian, musik, drama, sastra, seni lukis, seni pahat, seni ukir, dan seni simbolik. Tradisi wayang yang terus berkembang dari waktu ke waktu selama lebih dari seribu tahun, juga merupakan media informasi, dakwah, pendidikan, pemahaman filosofis, dan hiburan.

Sumber gambar:

  1. Gunawan Kartapranata/Wikimedia Commons

  2. PL 05 SIGIT/Wikimedia Commons

  3. Sudanto Ponco Sularso/Wikimedia Commons

  4. Nahata def fathan/Wikimedia Commons

  5. Kant-Achille, Seltmann, & Schumacher

  6. Koleksi Perpustakaan Univesitas Leiden

  7. Muhammad Iqbal/Wikimedia Commons

  8. Koleksi Tropenmuseum

  9. erditama/Wikimedia Commons

  10. Gunawan Kartapranata/Wikimedia Commons

Bagikan:

Konten Jalur Rempah

Artikel

Foto

Video

Publikasi

Audio

Audio