Ternate, Titik Nol Jalur Rempah

admin

21 Mei 2021

Kepulauan Nusantara pernah dikenal sebagai satu-satunya penghasil rempah istimewa, hal yang membuat tempat ini tersohor ke berbagai benua pada masa pencarian rempah. Dari latar historis, Nusantara memiliki daerah yang menjadi titik nol dalam Jalur Rempah, adalah Ternate, penghasil utama cengkeh dunia.

Ternate sebagai kota dagang yang ramai pada masa lampau, memiliki berbagai tinggalan bersejarah yang berkaitan dengan perdagangan rempah. Mulai dari bangunan, kesenian, budaya, hingga kuliner yang beberapa di antaranya telah ditetapkan sebagai cagar budaya.

Cagar budaya sendiri tergolong dalam lima jenis, yaitu benda, bangunan, struktur, situs atau lokasi, dan satuan ruang geografis. Kriteria cagar budaya berusia setidaknya lima puluh tahun atau lebih, memiliki arti khusus bagi sejarah, ilmu pengetahuan, pendidikan, kebudayaan, serta memiliki nilai penting bagi penguatan kepribadian atau jati diri bangsa.

Salah satu warisan dari jalur rempah di Ternate adalah Kedaton Ternate. Sebuah bangunan megah yang di dalamnya tersimpan berbagai peninggalan Kesultanan Ternate.

Kedaton Ternate sudah berdiri sejak tahun 1257 saat Kesultanan Ternate berada di bawah pimpinan atau kolano pertama, yaitu Kolano Cico alias Masyhur Malamo. Bangunan yang memiliki berbagai makna filosofis dari bentuk hingga tata ruangnya ini menjadi saksi hiruk pikuk Ternate ketika didatangi oleh pedagang dari berbagai daerah dan lintas negara untuk mencari rempah.

Selain Kedaton Ternate, terdapat juga bangunan bersejarah lain yang masih berdiri hingga kini. Adalah benteng-benteng peninggalan Portugis di Ternate. Di antaranya, Benteng Oranje, Benteng Kota Janji, Benteng Kastela, Benteng Kalamata, dan Benteng Tolukko.

Seperti apa kisah yang tersimpan dalam benteng-benteng tersebut terkait kejayaan perdagangan rempah Nusantara di Ternate? Saksikan selengkapnya dalam video bertajuk “Titik Nol Jalur Rempah” di bawah ini.

Bagikan:

Konten Jalur Rempah

Artikel

Foto

Video

Publikasi

Audio