Batik: Warisan Nusantara yang Mendunia

admin

20 Oktober 2021

Batik merupakan kain bergambar yang pembuatannya dilakukan dengan cara dilukis menggunakan canting

Pengrajin batik trusmi sedang mewarnai batik (Sumber: Fpangestuphotographer/Wikimedia Commons)

Membuat batik (Sumber: Stephen Kennedy/Wikimedia Commons)

Membuat batik (Sumber: Ian Alexander/Wikimedia Commons)

Membuat batik (Sumber; Koleksi Tropenmuseum)

Membuat batik (Sumber: Koleksi Tropenmuseum)

Proses membuat batik (Sumber: Koleksi Tropenmuseum)

Hasil batik Trusmi yang sudah jadi dan siap dijual (Sumber: Fpangestuphotographer/Wikimedia Commons)

Batik adalah kerajinan yang memiliki nilai seni tinggi dan telah menjadi bagian dari budaya Indonesia (terutama di wilayah Jawa) sejak lama. Wanita-wanita Jawa pada masa lampau menjadikan keterampilan mereka dalam membatik sebagai mata pencaharian, sehingga pada masa lalu pekerjaan membatik adalah pekerjaan eksklusif bagi perempuan.

Dari penamaannya, batik diambil dari bahasa Jawa ambatik yang terdiri dari amba yang berarti "lebar" atau "besar", dan tik atau nitik berarti "titik" atau "membuat titik". Dalam bahasa Jawa, kata bathikan juga memiliki arti "menggambar" atau "menulis".

Batik juga diketahui memiliki corak tradisionalnya masing-masing. Hal ini yang membuat batik begitu beragam karena memiliki kekhasan berdasarkan tempat ia dibuat dan disebut sesuai tempat ia dibuat. Beberapa contohnya, batik Solo, batik Yogyakarta, batik Pekalongan, batik Madura, ataupun batik Bakaran khas Pati. Batik dari Pulau Jawa sendiri dapat dibedakan dari corak dan warnanya ke dalam dua kategori: batik pedalaman, atau batik pesisiran. 

Dari gugusan pulau Nusantara, Batik merupakan salah satu karya yang dikenal begitu luas, lokal hingga global. Salah satu jenis Batik, yakni ‘Batik Pesisir’, memiliki sejarah akulturasi yang panjang dengan corak beragam yang dipengaruhi berbagai budaya. Batik jenis ini juga terus berkembang dalam hal pola, teknik, dan kualitas pengerjaan. Dengan segala kekhasan, UNESCO pun yang menetapkan Batik sebagai Warisan Kemanusiaan untuk Budaya Lisan dan Nonbendawi (Masterpieces of the Oral and Intangible Heritage of Humanity) pada Oktober 2009.

 

Sumber gambar:

  1. Clarasaragih/Wikimedia Commons

  2. Fpangestuphotographer/Wikimedia Commons

  3. Stephen Kennedy/Wikimedia Commons

  4. Ian Alexander/Wikimedia Commons

  5. Koleksi Tropenmuseum

  6. Koleksi Tropenmuseum

  7. Koleksi Tropenmuseum

  8. Fpangestuphotographer/Wikimedia Commons

Bagikan:

Konten Jalur Rempah

Artikel

Foto

Video

Publikasi

Audio

Audio