Jamu, Minuman Tradisional Penuh Sejarah

admin

20 Oktober 2021

Penjual jamu menyiapkan jualannya

Seorang mbok jamu sedang berjalan di gang sempit

Jamu sedang disajikan

Botol-botol berisi jamu

Seorang penjual jamu yang menggunakan gerobak

Wanita muda kembali jamu dagangan di punggungnya

Jamu bukanlah sesuatu yang asing di Indonesia, khususnya orang-orang Jawa. Suatu teori menyatakan bahwa “jamu” terbentuk dari gabungan kata ‘Jawa’ dan ‘ngramu’ (yang memiliki arti  mencampur atau mengumpulkan), dan secara sederhana dapat diterjemahkan sebagai “ramuan yang dibuat oleh orang Jawa” atau “ramuan yang berasal dari Jawa”. 

Jamu, diduga berasal dari Kerajaan Mataram. Ilustrasi yang berhubungan dengan proses pembuatan jamu hadir di berbagai situs, misalnya situs arkeologi Liyangan dan kuda di relief Borobudur. Lalu terdapat Prasasti Madhawapura dari periode Majapahit menyebutkan profesi khusus peracik jamu yang disebut ’Acaraki’. 

Minuman kaya kandungan bermanfaat ini juga cukup identik dengan sosok wanita melalui pada penjual jamu gendong. Di daerah Nguter, Sukoharjo, Jawa Tengah, diyakini sebagai salah satu pusat tradisi jamu. Di kota ini pula wanita penjual jamu yang disebut ‘Mbok Jamu’ berasal. 

Pada umumnya, para peracik jamu berasal dari kaum ibu-ibu rumah tangga. Sambil mengurusi pekerjaan rumah, biasanya kaum ibu ini juga memiliki kegiatan sampingan meracik jamu bubuk untuk kemudian dijual. Seiring berjalannya waktu, Jamu tidak lagi identik dengan satu gender tertentu, di mana pemilik jamu dengan tampilan kiwari, Acaraki Jamu, merupakan seorang laki-laki.

 

Sumber foto:
1. Herudin/Tribunnews
2. Rahmat Dian Prasanto/Jakarta Post
3. Rahmat Dian Prasanto/Jakarta Post
4. dpinpin/Wikimedia Commons
5. Ivuvisual/Wikimedia Commons
6. Koleksi Tropenmuseum
7. Koleksi Tropenmuseum

Bagikan:

Konten Jalur Rempah

Artikel

Foto

Video

Publikasi

Audio

Audio