Artikel

Jalur Rempah Nusantara: Interaksi Budaya, Ekonomi, Politik, dan Agama

admin| 30 September 2020

Berbaurnya budaya dan keterhubungan antarbangsa di Indonesia tidak terjadi dari ruang hampa. Pada abad-abad lampau, kehadiran para pedagang lintas bangsa memegang peran kunci terhadap asimilasi budaya yang masih bisa kita lihat jejaknya dari berbagai cagar budaya dan banyak warisan budaya tak benda di Indonesia. Hal tersebut terjadi karena komoditi rempah yang berasal dari banyak kepulauan di Nusantara terlibat lalu lalang dalam perniagaan masa lalu sehingga menjadi salah satu rute budaya yang dikenal sebagai Jalur Rempah

Jalur Rempah memiliki peran krusial dalam terbentuknya globalisasi, sebagaimana Jalur Sutra yang menghubungkan Timur dan Barat, Jalur Rempah juga menjadi pusat interaksi budaya, ekonomi, politik hingga agama. Adanya jejak bangsa-bangsa asing di pulau penghasil rempah menjadi bukti nyata bahwa rempah memang tidak hanya berperan sebagai komoditas, namun juga memiliki andil dalam terciptanya Indonesia hari ini yang multi-etnis. 

Cita rasa yang berasal dari rempah tidak hanya melahirkan ribuan kapal dari luar Nusantara berlabuh, namun juga menciptakan suatu titik dan jejak budaya maupun tradisi yang bisa kita rasakan hari ini. Hal yang sekaligus menjadi bukti bahwa poros maritim yang dimiliki Indonesia sudah berdiri sedemikian berpengaruh terhadap masa depan negeri ini jauh sebelum Indonesia terbentuk.

Jalur Rempah yang membentang di kepulauan Nusantara, Cina, India, Timur Tengah, sampai ke Eropa merupakan jalur yang bermula dari pencarian rempah-rempah yang tumbuh di kepulauan Nusantara dan dibawa menuju dunia luar. Rempah-rempah yang awalnya digunakan masyarakat setempat untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari (kesehatan, bumbu, hingga ritual) berhasil mencuri perhatian dunia dan berhasil menjadi penggerak perekonomian dunia. Hal inilah yang kemudian mendorong banyak bangsa asing untuk memulai pencarian rempah, hingga tercipta silang budaya antarmasyarakat kepulauan Nusantara dan bangsa asing sebagai suatu kausalitas dan membentuk apa yang kini menjadi kebhinekaan Indonesia.

Jalur Rempah diyakini sudah terbentuk jauh sebelum Jalur Sutra, beberapa bukti berupa pemakaian lada hitam di lubang hidung Ramses II (1224 SM) sebagai bahan pengawetan mumi. Lalu, ada juga sebuah puisi Tamil yang berjudul “Cilappatikāram” (the lay of the anklet) pada 200 M yang mencatat syair soal lada. “Kapal-kapal megah, Mahakarya bangsa Yunani, Mengeluarkan buih putih di sungai Periyar… tiba dengan emas dan berangkat dengan lada.” menjadi fakta menarik yang perlu ditelusuri lebih jauh soal dari mana rempah itu berasal dan kapan pertama kalinya Jalur Rempah ada. 

Selain itu, fakta bahwa kepulauan Nusantara telah dihuni Orang Laut (Suku Bajau) yang kerap bertualang sejak berabad-abad lalu dan tinggal di hampir seluruh perairan Nusantara, juga menjadi fakta yang bisa ditelusuri lebih jauh dan sampai di mana saja jejak-jejaknya.

Jalur Rempah adalah satu sudut pandang yang kita butuhkan untuk melihat peran masyarakat Nusantara selama berabad-abad lalu. Hal yang sekaligus berguna sebagai upaya rekonstruksi sejarah, geografi, serta sudut pandang baru bagi kita dalam melihat kembali lautan dan bukan melulu memunggunginya. Sesuatu jejak yang begitu berharga dan penting untuk kita telusuri kembali pada masa kini.

 

_________

Naskah & Editor: Doni Ahmadi

Bagikan:

Artikel Populer

Jejak Perdagangan Jalur Rempah di Kepulauan Maluku dan Awal Kedatangan Bangsa Barat

20 Desember 2022

Di Balik Kemiri Bali, Ada Pedagang dari Ujung Hyang yang Berlayar hingga ke Jawa

16 Februari 2023

Pala: Mutiara Hitam Penyelamat Kei Besar dalam Wabah Waur Gate

7 April 2023

Artikel Terbaru

Muhibah Budaya Jalur Rempah Kemendikbudristek Siap Jelajahi 7 Kawasan Kearifan Lokal di Tahun 2024

30 April 2024

Telusuri Kekayaan Historis dan Budaya Kepulauan Selayar, Muhibah Budaya Jalur Rempah Kembali Digelar

24 November 2023

Ajak Nelayan Jaga Keberlangsungan Laut, Kemendikbudristek Gelar Lomba Perahu Layar Tradisional

24 September 2023

Artikel Terkait

...

Pala: Mutiara Hitam Penyelamat Kei Besar dalam Wabah Waur Gate

Muhammad Attorik Falensky

7 April 2023

...

Situs Cagar Budaya, Jejak Peninggalan Jalur Rempah di Kota Tua Padang

Utari Akhir Gusti

7 Maret 2023

...

Yang Ditinggalkan Portugis: Jejak Bangsa Dunia di Nusantara

admin

22 Februari 2022