Artikel

Rempah dalam Tradisi & Permainan Tradisional Masyarakat Belitung Timur

admin | 25 Februari 2021

Tradisi di Belitung Timur

Dalam pembahasan Jalur Rempah, peran tradisi dan budaya di suatu daerah menjadi penting untuk ditelusuri. Tradisi merupakan kebiasaan yang dilakukan sejak dulu dan dilakukan secara terus-menerus sehingga menjadi bagian dari kehidupan di masyarakat. Di Belitung Timur, rempah memiliki perannya di tengah masyarakat, yang mayoritas penduduk aslinya adalah suku Melayu. 

Jenis masyarakatnya di sini terbagi menjadi dua, di antaranya: Urang Darat dan Urang Juru. Urang Darat adalah mereka yang tinggal jauh dari kota, sementara Urang Laut atau Urang Juru, yang tinggal di laut dan pesisir pantai Belitung. Masyarakat Melayu Belitung yang berdiam di pesisir pantai memiliki ritus Selamat Laut, yang intinya adalah “tolak bala”, di mana di dalamnya tersemat harapan akan dimudahkan oleh Yang Maha Esa dalam melaut, juga mendapat hasil tangkapan yang memuaskan. Urang Laut biasa dikenal dengan suku Sekang atau Sawang, dan biasanya mereka hidup secara nomaden.

Salah satu komponen dalam tradisi yang juga menarik ialah permainan tradisional. Permainan yang dilakukan secara turun temurun dari nenek moyang ini pun terdapat di Belitung Timur, yaitu Main Tuju dan Kepala Ular, sebuah permainan yang di dalamnya mengandung berbagai unsur dan nilai. Main Tuju atau Permainan Tuju Lubang merupakan permainan rakyat yang berasal dari Kepulauan Riau. Namun, permainan ini juga eksis dimainkan oleh anak-anak pesisir pantai Belitung. Permainan ini biasanya dimainkan oleh sesama anak laki-laki atau sesama anak perempuan yang berusia 6 sampai 20 tahun dengan jumlah dua sampai lima orang secara perorangan. Permainan ini dimainkan untuk mengisi waktu luang dengan menggunakan kulit kerang dan siput.

 

jalur rempah, permainan tradisional, traditional game, spice routes, east belitung, belitung timur

Permainan Tradisional Alu Besantok (Gambar oleh Adi Guna)

 

Rempah bagi Masyarakat Melayu Belitung

Selain permainan tradisional, Belitung Timur juga memiliki rempah yang menjadi kebanggaan, yaitu lada atau sahang. Masyarakat melayu Belitung yang agraris selain menanam padi tegalan, mereka juga menanam rempah, seperti serai, cabe, kunyit, dan lada. Dalam menanam lada, para petani menggunakan sistem tumpang sari, di mana terdapat dua atau tiga jenis tanaman yang berbeda dengan penanaman berselang-seling dan jarak tanam teratur pada sebidang tanah yang sama.

Petani lada di Belitung Timur menjadikan profesinya sebagai pekerjaan utama. Namun, tak banyak juga para petani yang hanya sekadar meneruskan pekerjaan leluhur untuk menjaga dan melestarikan tanah rempah. Adanya tradisi untuk meneruskan budaya menanam rempah membuat Belitung Timur menjadi daerah penghasil lada yang cukup unggul. Bahkan, hal ini mampu membuat kongsi dagang Belanda menjalin kerja sama dengan Kesultanan Palembang untuk mendistribusikan lada ke Eropa.

 

Ikan Gangan, kuliner tradisional Belitung

 

Lomba tari tradisional dengan tema rempah

 

kabupaten belitung timur, jalur rempah

Vihara Burung Mandi

 

kabupaten belitung timur, jalur rempah

Klenteng Dewi Kwan Im

 

kabupaten belitung timur, jalur rempah

Klenteng Hok Tek Che

 

Kain batik Belitung

 

kabupaten belitung timur, jalur rempah, permainan tradisional, tradisi, spice routes, traditional game

Sajian pada festival kuliner Jelajah Pesona Jalur Rempah Belitung Timur 2020

 

Selain mampu menarik perhatian bangsa luar, lada juga dimanfaatkan oleh masyarakat Belitung untuk berbagai kebutuhan sehari-hari. Salah satunya Betangas, tradisi mandi uap menggunakan rempah yang dilakukan dalam proses pernikahan oleh calon mempelai. Tradisi ini selain merupakan acara ritual, juga dipercaya untuk menghilangkan bau badan. Selain itu, manfaat rempah juga terdapat dalam dunia kesehatan dan kuliner Belitung Timur. Rempah seperti kunyit, sahang, jahe, dan jintan biasa digunakan oleh masyarakat sebagai Ubat Kampong. Dalam minuman tradisional juga terdapat Aik Sepang, sebuah minuman herbal yang telah dikonsumsi sehari-hari untuk menjaga daya tahan tubuh. Beberapa hal tersebut membuktikan bahwa jejak-jejak perdagangan rempah masa lampau di Belitung Timur, mewariskan berbagai budaya dan tradisi yang masih eksis hingga hari ini.

 

Sumber:


Webinar Jelajah Pesona Jalur Rempah Belitung Timur Rempah dalam Tradisi Melayu Belitong di Belitung Timur dengan narasumber Andi Susanto, Adi Guna S.Hum., dan Zulfandi S.Kel M.Si., (https://www.youtube.com/watch?v=piXZmoQ20u4&t=7636s), diakses pada 9 Februari 2021

Webinar Jelajah Pesona Jalur Rempah Belitung Timur Rempah dalam Permainan Tradisional dengan narasumber Adi Guna S.Hum., dan Zulfandi S.Kel M.Si., (https://www.youtube.com/watch?v=2zfX-1_DG-M), diakses pada 9 Februari 2021


Teks: Oka Pangestu

Editor: Tiya S.

Bagikan:

Konten Populer

Memaknai Kembali Rumah Indonesia dari Rumah di Tanah Rempah

7 Maret 2021

Sejarah Pulau Selayar, Agenda Kunjungan Kru Kapal Arka Kinari

2 Oktober 2020

Pelabuhan Canggu Mojokerto Jawa Timur dan Peran Sungai Brantas Era Jalur Rempah pada Abad X-XIII

8 April 2022

Konten Terbaru

Akulturasi Keroncong di Kampung Musik Desa Selat Nasik

26 Januari 2023

“Jampi” Jawa, Warisan Leluhur Keraton Solo

19 Januari 2023

Kabar Rempah dari Pantai Barat Sumatra: Tautan Masyarakat Pesisir, Pedalaman, dan Bangsa Asing

12 Januari 2023

Konten Terkait

...

Kabar Rempah dari Pantai Barat Sumatra: Tautan Masyarakat Pesisir, Pedalaman, dan Bangsa Asing

merry kurnia

12 Januari 2023

...

“Jampi” Jawa, Warisan Leluhur Keraton Solo

Achmad Khalik Ali

19 Januari 2023

...

Akulturasi Keroncong di Kampung Musik Desa Selat Nasik

Royas Aulia Subagja

26 Januari 2023