Artikel

Produk Perawatan Kulit Glowing dengan Bahan Alami Rempah Nusantara

admin | 1 April 2022

Produk perawatan kulit atau skin care sedang marak digunakan oleh banyak orang saat ini, khususnya di tanah air. Menurut Kementerian Perindustrian Republik Indonesia, industri kosmetik yang mencakup produk perawatan kulit tercatat mengalami pertumbuhan sebanyak tujuh persen sepanjang tahun 2019. Pertumbuhan tersebut selaras dengan penggunaan produk perawatan kulit yang mulai menjadi sebuah tren. Tidak hanya perempuan, laki-laki pun banyak yang mengikuti tren ini. 

Banyak produk perawatan kulit bermunculan di Indonesia dari berbagai merek, dengan macam-macam komposisi bahan, mulai dari bahan kimia hingga bahan alami. Namun, lebih sering mana kita menjumpai skin care berbahan kimia buatan luar negeri dibandingkan skin care dari rempah-rempah buatan lokal Nusantara? Indonesia dikenal kaya akan rempah-rempahnya sejak zaman dahulu, tahukah bahwa rempah-rempah tersebut juga ada yang berkhasiat untuk kecantikan?

Menurut data dari Negeri Rempah Foundation, Indonesia yang dijuluki Mother of Spices merupakan negara paling dominan se-Asia Tenggara dengan kepemilikan 275 spesies rempah dari 400–500 spesies rempah di dunia. Selain itu, Indonesia juga menempati urutan keempat terbesar di dunia sebagai negara penghasil rempah-rempah dengan total produksi sebanyak 113.649 ton berdasarkan data yang dirilis Food and Agriculture Organization (FAO) pada tahun 2016. Kekayaan ragam rempah ini memberikan peluang lebih besar bagi Indonesia untuk mengembangkan dan memanfaatkan komoditas rempah-rempah guna meningkatkan daya saing bangsa. Seiring berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi, pemanfaatan rempah-rempah kini tidak hanya terbatas sebagai bumbu masak, obat obatan atau jamu saja, melainkan juga sudah merambat pada produk kosmetika modern, khususnya perawatan kulit. 

Namun, produk perawatan kulit berbasis rempah masih kurang populer di masyarakat dibandingkan dengan produk perawatan kulit berbahan dasar kimia. Padahal, dengan potensi rempah-rempah di Indonesia yang sangat besar dan juga berbagai manfaat dari kandungan dan peran rempah-rempah, potensi produk perawatan kulit berbahan rempah pastinya akan memiliki potensi yang sangat besar apabila dikelola dan diberi dukungan kuat, baik dari sisi penelitian, produksi, maupun pemasaran. 

Ada banyak jenis rempah yang baik untuk perawatan kulit dan dapat dijadikan sebagai bahan baku produk tersebut. Contohnya jahe, tidak hanya untuk menghangatkan tubuh, jahe mengandung kandungan antiinflamasi yang dapat mengatasi masalah jerawat, melembabkan kulit, mengontrol minyak pada wajah, mencerahkan kulit, dan mencegah penuaan dini. Selain jahe, ada juga cengkeh, salah satu rempah pentolan Indonesia yang dapat menghilangkan jerawat pada kulit. Kandungan antimikroba tinggi pada minyak cengkeh dapat membantu mengatasi jerawat pada kulit. Minyak cengkeh sudah teruji mampu mencegah pertumbuhan bakteri Staphylococcus pemicu jerawat, bisul, ruam, lepuh, dan impetigo. 

Tidak berbeda dengan jahe, selain digunakan untuk menghasilkan rasa sedap pada masakan, kunyit juga memiliki banyak manfaat bagi perawatan kulit. Kunyit jika digunakan sebagai perawatan tubuh dari luar, akan memberikan manfaat sebagai obat jerawat, aromaterapi, lulur dan mangir, boreh atau parem, masker, rempah mandi, dan mengurangi area hitam pada ketiak dan leher. Selain itu, ada juga kencur, sereh, lada, kayu manis, jintan, temu kunci, dan masih banyak lagi rempah lainya yang dapat dijadikan sebagai bahan baku produk perawatan kulit.

Rempah-rempah telah hadir dan ambil bagian dalam keseharian masyarakat Indonesia sejak zaman dahulu. Nenek moyang kita hanya memanfaatkan apa yang ada di alam tanpa ada campuran bahan non-alami, seperti yang digunakan saat ini. Namun, bahan alami tersebut tetap terbukti dapat menjaga kesehatan dan kecantikan alami kulit wanita pada masa itu. Nenek moyang kita menjaga kesehatan kulit mereka dengan membuat ramuan dari rempah-rempah. Salah satunya ialah boreh, yaitu lulur rempah dari Bali yang sudah dijadikan perawatan wajah sejak zaman dahulu. Boreh terbuat dari rempah-rempah, seperti lada, jahe, sereh, dan cengkeh yang ditumbuk dan dicampurkan dengan air. Ada juga Lulur Kuning Jawa, lulur ini terkenal sebagai perawatan bagi putri-putri Kerajaan Mataram pada masa lampau yang terbuat dari kunyit, beras tumbuk, temu giring, dan daun pandan. Lulur tradisional ini dipercaya dapat menghilangkan sel kulit mati, mendinginkan kulit, melembapkan, menghaluskan, dan mencerahkan kulit. 

Selain boreh dan lulur kuning jawa, ada juga Bedda Lotong, lulur alami yang terbuat dari campuran beras ketan hitam, temu lawak, asam jawa, dan daun pandan. Lulur ini menjadi resep cantik ala gadis Bugis dan banyak digunakan oleh masyarakat di Sulawesi Selatan. 

Ramuan rempah perawatan kulit dulu biasa digunakan oleh putri-putri raja atau bangsawan. Namun, sekarang dapat digunakan oleh siapa saja dan tentunya bisa diinovasi menjadi produk perawatan kulit modern yang dapat menembus pasar skin care di Indonesia saat ini. Selain itu, tidak hanya sebatas lulur, ramuan tradisional tersebut dapat dikembangkan kembali menjadi ragam perawatan kulit modern, seperti serum, toner, sabun cuci muka, masker wajah, dan lain sebagainya. 

Penggunaan rempah-rempah dalam produk perawatan kulit mendorong kita untuk tidak melupakan tradisi. Tradisi yang sejak dahulu kala sudah dilakukan oleh nenek moyang secara turun-temurun dan sudah menjadi ciri khas yang merupakan bagian dari kekayaan milik Nusantara. Penggunaan rempah-rempah untuk perawatan kulit dapat menunjukkan keindahan ragawi perempuan Indonesia yang khas. Produk perawatan kulit berbasis rempah ini, sudah sepatutnya kita dukung dan lebih kita kembangkan. Posisi rempah sudah sepantasnya kembali menempati posisi penting dengan merevitalisasi rempah sebagai produk kecantikan. Jangan gengsi untuk menggunakan produk lokal rerempahan produksi Nusantara. Sudah saatnya kita mewujudkan budaya cantik khas Indonesia dan tunjukkan kepada dunia bahwa inilah rempah-rempah kita, inilah kecantikan Indonesia yang sesungguhnya. 

 

_______

Sumber Pustaka

Asnia, Marisa dkk. 2019. Pemanfaatan Rimpang Kunyit (Curcuma domestica val.) sebagai Perawatan Kecantikan Kulit. https://unisbank.ac.id/ojs/index.php/sendi_u/article/view/7315 

Perubahan Gaya Hidup Dorong Industri Kosmetik. https://kemenperin.go.id/artikel/21460/Perubahan-Gaya-Hidup-Dorong-Industri-Kosmetik

Rempah Indonesia Diburu Dunia. https://indonesia.go.id/ragam/komoditas/ekonomi/rempah-indonesia-diburu-dunia

_______

Naskah ini merupakan karya pemenang pilihan dalam Lomba Penulisan Bumi Rempah Nusantara untuk Dunia 2021 kategori Pelajar. Naskah telah melewati proses penyuntingan untuk kepentingan publikasi di laman ini. Judul asli naskah ini adalah “Glowing dengan Rempah Nusantara”.

_______

Penulis:  Sofia Namira

Editor: Tiya S.

Sumber gambar: stockimagefactorycom/freepik

Bagikan:

Konten Populer

Pulau Aru dan Kei serta Jejak Jalur Rempah yang Mendunia

17 Oktober 2020

Selaras dengan Misi TNI AL untuk Majukan Maritim Indonesia, Muhibah Budaya Jalur Rempah Gunakan KRI Dewaruci untuk Pelayaran

2 Juli 2022

Mengenal Lontar Bali Kuno: Fungsi dan Penggunaan Rempah dalam Pembuatannya

1 Agustus 2021

Konten Terbaru

Pesona Jalur Rempah: Arti Burung Rangkong dalam Catatan Tionghoa

6 Desember 2022

Kerja Sama Hitu dan Jepara dalam Politik dan Perdagangan di Jalur Rempah

15 November 2022

Satuan Bahar, Barter, dan Bukti Perdagangan Rempah yang Kosmopolit di Abad 16

8 November 2022

Konten Terkait

...

Satuan Bahar, Barter, dan Bukti Perdagangan Rempah yang Kosmopolit di Abad 16

Amos

8 November 2022

...

Kerja Sama Hitu dan Jepara dalam Politik dan Perdagangan di Jalur Rempah

Amos

15 November 2022

...

Pesona Jalur Rempah: Arti Burung Rangkong dalam Catatan Tionghoa

Adi Putra Surya Wardhana

6 Desember 2022